Categories
Kabar

Webinar Nasional, Dakwah di Era Digital

Perkembangan media dan teknologi yang begitu pesat dapat membuat pendakwah kewalahan memilih media yang efektif untuk digunakan. Di sisi lain, perkembangan ini juga dapat melahirkan pendakwah yang dengan mudah dan berani tampil di media sosial meski belum memahami kajian Islam secara mendalam. Untuk itu, pendakwah dari pesantren harus melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi. Sehingga, dengan tanpa mengurangi kedalaman makna, pendakwah dapat menyampaikan materi dakwah secara sederhana, singkat, mudah dipahami, menarik, menghibur dan dekat dengan keseharian masyarakat. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan kajian yang lebih dalam, bisa dibuat konten dengan konsep yang lebih serius dalam durasi yang cukup panjang. Demikian disampaikan oleh Dr. KH. Aguk Irawan MN, L.C., M.A., tokoh agama yang juga dikenal sebagai sastrawan dan budayawan, dalam webinar nasional yang diadakan oleh Prodi KPI INSUD Lamongan (20/10/2021).

Dr. KH. Aguk Irawan MN, L.C., M.A.

Selaras dengan pendapat tersebut, Hj. Citra Orwela S.Fil.I., M.I.Kom. Dosen IAIN Kediri menyatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia menghadapi tantangan revolusi industri 5.0. Penggunaan teknologi teknologi digital semakin merasuk ke berbagai bidang. Hal ini memberi tantangan, baik dari sisi pendakwah, audiens maupun teknologi media. Dari sisi pendakwah, perlu keterampilan untuk memilih dan memanfaatkan media dan teknologi yang tepat, sesuai dengan karakter masyarakat. Dari sisi audiens, perlu literasi yang baik agar tidak tersesat dalam belajar agama melalui media internet. Sedangkan dari sisi media dan teknologi digital, siapa yang terampil menggunakan bisa memanfaatkan untuk kepentingannya. Pendakwah yang berkompeten namun belum terampil menggunakan media sosial, perlu didukung tim yang memiliki keterampilan digital agar dapat memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan baik.

Hj. Citra Orwela S.Fil.I., M.I.Kom.

Menanggapi hal itu, Siswanto, S.Fil.I., M.Fil.I., Dosen KPI INSUD Lamongan berpendapat bahwa perkembangan media baru sebenarnya merujuk pada perubahan dalam proses produksi media, distribusi, dan penggunaan. Media baru tidak terlepas dari aspek digitality, interactivity, hyper-textuality, dispersal dan virtuality. Pendakwah perlu memahami perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga dapat melakukan interaksi serta memenuhi kebutuhan masyarakat tentang materi-materi dakwah.

Siswanto, S.Fil.I., M.Fil.I.,
Luthfi Hidayah, S.Sos.I., M.Sos.I.,

Sementara itu, Luthfi Hidayah, S.Sos.I., M.S.I., Dosen KPI INSUD Lamongan, juga menambahkan bahwa dengan teknologi, dakwah dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak hanya di masjid. Namun, agar lebih efektif dalam penyampaian materi, pendakwah perlu menyesuaikan materinya dengan kelompok sasaran baik dari sisi usia maupun budayanya.

Dr. H. Ainur Rofiq, M.Pd.I.

Dr. H. Ainur Rofiq, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Dakwah memberikan apresiasi terhadap berlangsungnya acara ini. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi sekaligus mendorong dosen maupun mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan pengetahuan, profesionalitas dan kreatifitas dalam berkarya.

Sementara itu, Pusvyta Sari, M.Pd., Kaprodi KPI INSUD, bersyukur dan berharap acara ini dapat menjadi ruang silaturahim, ruang untuk menggali ilmu serta berdiskusi bersama. Semoga dengan kerjasama yang sinergis dapat meningkatkan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ungkapan terima kasih dihaturkan kepada semua pembicara, partisipan, Tim PUSMED, LP2M INSUD, PERSADA dan Operator IT INSUD serta berbagai pihak yang mendukung sehingga kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Sampai berjumpa di kegiatan selanjutnya.

 Penulis: Novelya Aleena R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *