Selamat datang
twibon21-KPI
PROFIL PRODI

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan memiliki visi menjadi pusat kajian dan pengembangan bidang komunikasi dan penyiaran Islam yang unggul di tahun 2027. Kreatifitas, Produktifitas, Inovasi tiada henti menjadi prinsip peningkatan mutu prodi untuk menerapkan Tridharma perguruan tinggi agar dapat memberikan inspirasi sekaligus  manfaat kepada masyarakat. 

akreditasi prodi KPI INSUD
AKREDITASI

Prodi KPI INSUD resmi mendapatkan SK Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI pada 20 Januari 2015. Kami juga telah mendapat akreditasi dari Badan Nasional Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT). Visitasi oleh asesor dilakukan pada 5-7 Agustus 2018. 

alumni-prodi-KPI-imama-1
PROSPEK LULUSAN 

Lulusan Prodi KPI memiliki prospek yang luas untuk bekerja sebagai wartawan, penyiar televisi ataupun radio, presenter, MC, desainer media (cetak maupun online), content creator dan sebagainya. Alumni Prodi KPI telah terserap di dunia kerja, di antaranya di TV9, Persada TV dan Radio, pengelola media dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan.

8.latihan-shooting.OK_
kREATIFITAS MAHASISWA

Mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kreatifitasnya melalui organisasi mahasiswa Himaprodi Komunikasi Penyiaran Islam (HIMAKOPI) dan Pusat Studi Media dan Dakwah, Mahasiswa dilatih untuk meningkatkan keterampilannya dalam menulis berita, naskah skrenario film, naskah pidato, karya ilmiah dan sebagainya, menerapkan keterampilan public writing, public speaking (da’i, MC, presenter, penyiar, dsb), teknik penyiaran, analisis wacana, pengembangan media cetak, audio, video dan multimedia interaktif .

Sosialisasi-skripsi-dan-dosen-pembimbing-skripsi-kepada-mahasiswa-KPI-angkatan-2017.-Di-Lab.-INSUD.31.1.2021.-1024x768
proses perkuliahan

Perkuliahan dilakukan dengan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan mendukung penerapan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Metode pembelajaran dilakukan dengan pendekatan Student Based Learning serta memanfaatkan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.  

besiswa
BEASISWA

Tersedia BEASISWA KIP bagi mahasiswa baru lulusan SMK/MA/MAK/SMA/Sederajat tahun 2019, 2020 dan 2021. Dengan syarat memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Keluarga Sejahtera, mendaftar di link: pmb.insud.ac.id (pilih Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam) lalu mengisi formulir di https://bit.ly/KIP-KuliahINSUD 

Categories
Kabar Kegiatan Prodi

Aktif Media Sosial dan Taat Hukum

Menggunakan media sosial sebagai ruang untuk bertukar informasi merupakan hal yang sangat marak terjadi di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat ini. Sebagaimana komunikasi di dunia nyata, masyarakat pun harus memahami bahwa komunikasi di media sosial pun harus dilakukan dengan etika dan taat pada aturan hukum yang berlaku. Segala tindakan atau perbuatan yang tidak baik dan dapat merugikan orang lain dapat dikenai sanksi hukum. Permasalahan seputar hukum dan media sosial ini menjadi perbincangan hangat bersama pembicara Diskusi Ilmiah KPI Brainstorming sesi 4, Kharisudin, S.H., S.Kom., M.H., di Studio Persada TV (22/9/2021).

Saat ini, setiap orang bisa dengan mudah menyebarkan informasi. Namun hal ini kadang dilakukan dengan tanpa berpikir panjang, misalnya menyebarkan peristiwa kecelakaan dengan tanpa sensor. Hal seperti ini selain melanggar kode etik jurnalistik juga melanggar ketentuan hukum. Pelaku perbuatan pelanggaran hukum dengan menggunakan media sosial dapat dikenakan hukuman berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008  Jo Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Suasana diskusi KPI Brainstorming 4 (22/9/2021)

Mahasiswa KPI INSUD begitu antusias bertanya tentang permasalahan hukum terutama dalam kaitannya dengan dunia penyiaran dan teknologi. Dengan diskusi ini diharapkan mahasiswa tidak hanya melek dengan teknologi informasi dan komunikasi serta dunia penyiaran namun juga memahami aturan hukum yang berlaku. Sehingga, mahasiswa dapat lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.