Categories
Kabar

Jurnalistik Damai dan Dakwah di Masa Kini

“Wartawan dapat berperan sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik. Yaitu, dengan membuat berita yang berimbang, tidak memihak salah satu pihak dan tidak memperkeruh situasi konflik,”ungkap Ahmad Zainuri, M.I.Kom, jurnalis dan juga penanggungjawab Citra TV Lamongan dalam diskusi ilmiah KPI Brainstorming sesi 2 dengan tema Jurnalistik Damai dan Dakwah di Masa Kini di Studio Persada TV Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan.

suasana diskusi KPI Brainstorming sesi 2

Seorang wartawan harus memiliki keterampilan komunikasi dan bisa menerapkan kode etik jurnalistik dengan baik. Pemberitaan yang menonjolkan kedamaian dan upaya penyelesaian konflik dapat mengurangi ketegangan, sehingga  informasi yang dihadirkan memiliki nuansa damai dan dapat mendorong adanya penyelesaian konflik yang terjadi.

Menurut Ahmad Zainuri, M.I.Kom, bila ingin menjadi wartawan, mahasiswa harus meningkatkan wawasan dan pengetahuannya. Ia juga harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik, termasuk terampil menulis dengan acuan 5W 1H (What, Why, Who, Where, When, How). Ia juga harus melatih kepekaan dan keterampilan untuk menyajikan informasi dengan baik.

Sementara itu, untuk kaitannya dengan dakwah, sama halnya dengan wartawan. Kini banyak masyarakat menjadi pengguna internet, banyak yang memilih untuk mengakses informasi lewat internet. Teknologi komunikasi yang berkembang semakin pesat harus diimbangi dengan keterampilan dan juga kreatifitas untuk bisa memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. oleh karenanya, pengelola media dan juga pendakwah jika ingin mempertahankan eksistensinya harus mengikuti perkembangan dan memanfaatkan ruang-ruang yang sering diakses oleh masyarakat agar tetap dapat diakses dan dekat di hati masyarakat.  

Dr. H. Ainur Rofiq M.Pd.I menyerahkan sertifikat pembicara KPI Brainstorming sesi 2, 20/9/2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *